PRO latar belakang yang telah dituliskan oleh penulis,

PRO
DAN KONTRA PENERAPAN KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR

 

 I.
PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1 Latar Belakang

Plastik
adalah benda yang sering ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Plastik dapat
berbentuk botol, tempat makan, hingga tas. Karena bentuk serta berat yang
ringan, plastik dapat dijadikan sebagai pilihan yang praktis terutama pada
kegiatan jual beli. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia pada umumnya lebih
menggunakan kantong plastik yang telah disediakan oleh penjual.

Plastik
bekas pakai atau sampah plastik hingga kini telah menjadi permasalahan yang
serius. Pasalnya, kian tahun jumlah produksi sampah plastik dunia bertambah.
Pada tahun 2015, sebuah riset menetapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang
terbesar sampah plastik setelah Cina. Hal ini tentu berdampak buruk terhadap
ekosistem dan lingkungan. Sebagai contoh, 57% sampah yang berada di pantai
merupakan sampah plastik. Hal ini menyebabkan terganggunya rantai makanan pada
lingkungan pantai. Contohnya penyu yang ditemukan mati oleh nelayan akibat
menelan sampah plastik di sekitar pantai selatan, Yogyakarta pada 2016 silam.

Berdasarkan
permasalahan tersebut, berbagai macam program telah dilakukan untuk menangani
jumlah sampah plastik yang kian bertambah. Munculnya organisasi yang peduli
mengenai dampak negatif dari sampah plastik dapat ditemukan di hampir berbagai
daerah dan biasanya mempunyai program untuk mengurangi sampah plastik seperti
mengadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan mengolah sampah plastik
menjadi barang bermanfaat. Di lain hal, pemerintah Indonesia juga turut
membantu mengurangi jumlah produksi sampah plastik dengan menerapan kantong
plastik berbayar seperti yang baru dijalankan beberapa waktu yang lalu.

1.2 Pertanyaan

Sehubungan
dengan latar belakang yang telah dituliskan oleh penulis, didapatkan
pertanyaan:

1. Apakah
tujuan dari penerapan kebijakan tersebut berhasil mengurangi jumlah produksi
sampah        plastik di Indonesia?

2. Apakah
aturan penerapan kantong plastik berbayar efektif?

3. Bagaimana
respon masyarakat terhadap ketetapan baru tersebut?

1.3 Tujuan

Berdasarkan
latar belakang dan pertanyaan, laporan ini bertujuan untuk :

1.
Mengetahui keberhasilan kebijakan ini dalam mengurangi jumlah produksi sampah
plastik di        Indonesia.

2.
Mengetahui keefektifan program kantong plastik berbayar.

3.
Mengetahui respon dari masyarakat terhadap ketetapan kantong plastik berbayar.

 

II. ISI

Terhitung sejak tanggal
21 Februari 2016, telah diadakan uji coba kebijakan kantong plastik berbayar
yang dilakukan di 22 kota di Indonesia. Uji coba dilaksanakan di minimarket
kota yang melaksanakan kebijakan ini. Tiap minimarket memasang harga Rp200,00.
untuk pembelanjaan mengunakan kantong plastik. Hal ini menimbulkan berbagai
macam kritik dari masyarakat karena beberapa golongan menganggap bahwa harga
yang ditetapkan untuk satu kantong plastik adalah mahal. Akibatnya, masyarakat
mengganti pola penggunaan kantong plastik dengan tas/keranjang belanja.

Berdasarkan data yang
didapatkan oleh APRINDO, masyarakat telah berkontribusi sebanyak 30% dalam
mengurangi pemakaian kantong plastik untuk belanja. Hal ini tentunya menjadi
respon positif oleh masyarakat terhadap kebijakan penetapan kantong plastik
berbayar. Tidak hanya itu, pada beberapa kota yang menjadi tempat uji coba
seperti Bandung dan Balikpapan menghasilkan data bahwa pengurangan penggunaan
kantong plastik mencapai lebih dari 40% sehingga kebijakan tersebut dapat
dikatakan cukup efektif dalam mengurangi jumlah produksi kantong plastik. Namun
disisi lain, menurut evaluasi dari YLKI, program ini berjalan kurang efektif
karena kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat luas mengenai
kebijakan tersebut. Sehingga 56% masyarakat masih belum mengetahui bahwa telah
dilaksanakannya program pengurangan sampah plastik dengan menerapkan kantong
plastik berbayar.

Menurut saya, adanya uji
coba kebijakan mengenai penetapan kantong plastik berbayar adalah program yang
patut diuji sertakan di seluruh daerah di Indonesia. Terlepas dari segala
kekurangan kebijakan ini pada masa uji coba, program ini telah berhasil
mengurangi sampah plastik sehingga dapat membantu untuk khususnya mengurangi
pencemaran laut akibat sampah plastik. Dengan demikian, Indonesia bisa mencapai
ranking terendah dalam menghasilkan sampah plastik.

 

III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dapat
disimpulkan bahwa walaupun masih terdapat kurang efektifnya uji coba mengenai
penetapan kantong plastik berbayar, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa
program tersebur berhasil karena mendapat respon yang positif dari masyarakat
daerah uji coba yang sangat berperan banyak dalam mengurangi penggunaan kantong
plastik..

3.2. Saran

Berdasarkan
kekurangan yang terdapat pada uji coba penerapan kantong plastik berbayar,
saran saya adalah lebih baik untuk uji coba diadakan secara serentak di setiap
daerah di Indonesia agar kekurangan dari program ini bisa cepat diatasi
sehingga program tersebut bisa dijalankan secepatnya. Selanjutnya, perlu
diadakannya sosialisasi kepada masyarakat agar program ini bisa berjalan dengan
baik.