Pendidikan Menurut UU No. 20 tahun 2003

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang paling
penting dalam kehidupan. Dalam suatu bangsa pendidikan merupakan sektor yang
paling menentukan kualitas bangsa tersebut di pandangan dunia. Jika pendidikan
di negara tersebut baik maka akan semakin baik pula kualitas negara tersebut di
mata dunia begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, Pemberian pendidikan yang
berkualitas sangat berperan penting dalam pembentukan sumber daya manusia.

Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang
menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada kenyataannya kualitas pendidikan di Indonesia
masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
Berbagai macam permasalahan yang terjadi di Indonesia hamper seluruhnya
disebabkan karena kurangnya pendidikan yang berkualitas. Dari latar belakang inilah
penulis membuat makalah yang penulis beri judul “Pendidikan Islam untuk Indonesia yang Berkualitas”.

1.2.RUMUSAN
MASALAH

1.      Apa definisi pendidikan?

2.      Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia pada saat
ini?

3.      Bagaimana sistem pendidikan yang baik menurut
pandangan agama Islam?

1.3.TUJUAN
PENULISAN

1.      Mengetahui definisi dari pendidikan

2.      Mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia pada saat
ini

3.     
Mengetahui
sistem pendidikan yang baik menurut pandangan agama Islam

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Definisi
Pendidikan

Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (1991), Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan
dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai
obyek-obyek tertentu secara spesifik.
Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang
berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku
sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.

Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional
Indonesia) menjelaskan tentang pengertian
pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya, pendidikan itu menuntun
segala kekuatan
kodrat yang ada pada diri anak-anak,
agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat. (Nency, 2014)

Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Dari berbagai macam pendapat
mengenai definisi pendiidikan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
pendidikan adalah sebuah
usaha dan proses pembelajaran untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, pemahaman dan mengembangkan potensi diri yang didapat baik dari lembaga formal maupun informal untuk memperoleh manusia yang
berkualitas.

2.2.Kondisi
Pendidikan di Indonesia

Berdasarkan data dalam Education For All (EFA)
Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education
yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, pada hari
Senin Tanggal
1 Maret 2011, indeks pembangunan pendidikan (EDI) Indonesia berdasarkan data tahun
2008 berada pada
kategori menengah dengan angka 0,934. Nilai itu menempatkan
Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia. Dalam lingkup ASEAN Negara Indonesia sudah tertingal
cukup jauh oleh Negara Brunei Darussalam yang berada di peringkat 34 dan
Malaysia di Peringkat 65.

Selain Indeks
pembangunan pendidikan, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia
(IPM) pada tahun 2015
juga berada pada kategori
menengah dengan angka 0.689
dan
berada diperingkat
113 dari 188 negara. Nilai IPM meningkat 30,5 persen dari nilai pada tahun
1990. Namun nilai
IPM Indonesia menurun tajam ke 0,563  bila
angka kesenjangan
diperhitungkan. (UNDP, 2016)

Di sisi lain, kasus
putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi Berdasarkan
data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak
setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan, Hal ini disebabkan oleh tiga
faktor, yaitu faktor ekonomi; anak-anak
terpaksa bekerja untuk
mendukung ekonomi keluarga; dan pernikahan di usia dini.

Adapun penyebab rendahnya tingkat Pendidikan di Indonesia antara lain:

1.       
Penggunaan buku paket sebagai acuan pembelajaran tanpa
tambahan buku lain

2.       
Kualitas tenaga pendidik, sarana dan prasarana yang
masih tergolong rendah dan tidak merata di beberapa daerah

3.       
Sistem pengajaran yang monoton karena kurang adanya
interaksi antara murid dngan guru

4.       
Tingkat kejujuran yang rendah, karena nilai akhir yang
hanya terfokus pada hasil evaluasi ujian tanpa memerhatikan proses pembelajaran

2.3.Sistem Pendidikan Yang Baik Menurut Pandangan Agama
Islam

Dalam islam pendidikan mencakup beberapa pengertian istilah yaitu Tarbiyah,
Ta’lim, Ta’dib. Dalam
pendidikan Tarbiyah adalah proses secara bertahap untuk mengarahkan seluruh fitrah dan potensi anak
menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan yang layak baginya. Ta’lim merupakan bagian dari At-Tarbiyah Ai-Aqliyah yang bertujuan untuk memperoleh
pengetahuan dan keahlian berfikir, yang sifatnya mengacu pada bidang kognitif yang
menjalankannya.
Sedangkan Ta’dib
adalah pengenalan dan pengakuan secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari
segala sesuatu di dalam tatanan
pencipta sedemikian rupa sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan didalam tatanan wujud
dan keberadaan Nya. (Zahra,2015)

Pendidikan dalam islam adalah proses transformasi dan
internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri anak didik melalui
penumbuhan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspek(Zahra,2015). Pendidikan  dalam Islam memiliki tujuan individual, tujuan
sosial, dan tujuan professional. Selain itu pendidikan dalam islam tentunya
tidak lepas dari tujuan hidup seorang muslim yaitu untuk mencapai kebahagiaan
di akhirat. Untuk mencapai hal tersebut pendidikan hendaknya berangkat dari
dasar-dasar pokok pendidikan dalam ajaran islam, yaitu keutuhan (syumuliyah), keterpaduan, kesinambungan,
keaslian, bersifat
praktikal, kesetiakawanan dan keterbukaan.

Dalam Islam pendidikan yang baik itu bukan hanya
mengajarkan manusia bagaimana caranya untuk mengejar ilmu dunia tapi juga
mengajarkan manusia ilmu tentang aqidah, akhlak, ibadah, Alqur’an, dan kenabian yang sangat berguna bagi
manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat. Sebagaimana perkataan Ali
ra. ia bahwa Rasulullah SAW
bersabda:
“Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi
kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang
menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, diwaktu tidak
ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya”(HR.
Ad-Dailami). Dalam hadist
lain juga disebutkan “Barangsiapa
yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu. Barangsiapa yang menginginkan
akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan
keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”

                              Islam
tidak pernah melarang kita dalam mencari berbagai macam ilmu pengetahuan. Oleh
karena itu suatu sistem pendidikan harusnya mengajarkan ilmu yang baik dan
dapat diamalkan oleh yang memelajarinya sehingga ilmu itu akan terus berkembang
sebagaimana sabda Rasulullah “Belajarlah kalian semua atas
ilmu yang kalian inginkan, maka demi Allah tidak akan diberikan pahala kalian
sebab mengumpulkan ilmu sampai kamu mengamalkannya”.
(HR. Abu Hasan)

                              Dalam
Q.S At-Taubah:122 yang berarti: “Tidak sepatutnya
bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari
tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam
pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”
dijelaskan bahwa hendaknya
ilmu yang kita pelajari bukan hanya berguna bagi diri sendiri namun juga dapat
berguna bagi orang lain.

                 

 

BAB III

KESIMPULAN

                  Pendidikan
adalah sebuah
usaha dan proses pembelajaran untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, pemahaman dan mengembangkan potensi diri yang didapat baik dari lembaga formal maupun informal untuk memperoleh manusia yang
berkualitas. Pada kenyataannya kualitas pendidikan di Indonesia
masih cukup rendah dan cukup jauh tertinggal dari negara-negara lain seperti
Brunei dan Malaysia untuk Negara di kawasan ASEAN. Hal ini dapat dilihat dari
perbandingan nilai dan peringkat indeks tingkat pembangunan pendidikan (EDI)
dan nilai indeks pembangunan manusia (IPM).

                  Salah
satu penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia terletak pada sistem
pendidikan yang ada. Sistem pendidikan di Indonesia terfokus pada suatu
kurikulum dan dengan hanya pemakaian satu buku yang ditentukan tanpa tambahan
buku lain. Selain itu adanya interaksi antara guru dan siswa saat proses
pembelajaran juga masih sangat minim. Hal ini yang membuat wawasan pelajar tidak
berkembang, mereka hanya menerima mentah-mentah apa yang diberikan oleh guru
tanpa mampu mengkritisi pengetahuan tersebut.

                  Pendidikan
semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam agama islam. Pendidikan dalam islam adalah proses transformasi dan internalisasi
ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri anak didik melalui
penumbuhan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspek yang memiliki tujuan individual, tujuan sosial,
dan tujuan profesional untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

                  Sistem
pendidikan yang baik menurut islam adalah pendidikan yang bukan hanya
mengajarkan tentang dunia namun juga mengajarkan tentang aqidah, akhlak,
Alquran, dan kenabian. Ilmu yang seharusnya diberikan adalah ilmu yang dapat
diamalkan dengan baik oleh peserta didik yang mana ilmu tersebut dapat
mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sendiri. Ilmu yang diberikan juga
hendaknya dapat berguna bukan hanya bagi dirinya tapi juga bagi orang lain. Dengan
menerapkan sistem pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam maka suatu Negara
bisa mengangkat kualitasnya bukan hanya dimata dunia namun juga dimata Allah
SWT. Karena kualitas pendidikan yang baik bukan dilihat pada nilai rata-rata
ujian akhir yang sempurna, namun pada apa hasil nyata atau perubahan yang bisa
dibuat oleh seseorang setelah mempelajari sesuatu bagi dirinya sendiri, diri
orang lain maupun bagi lingkungannya.