Bab suatu data adalah salah satu yang paling

Bab
1

Latar Belakang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Keamanan
dalam proses pengiriman suatu data adalah salah satu yang paling diperhatikan
saat ini. Oleh karena itu untuk mengamankan suatu data ada sebuah teknik yang
dinamakan Kriptografi. Pada kriptografi modern awalnya ada DES (Data Encryption Standard) pada tahun 1970-an. DES
menggunakan kunci berukuran 56-bit. Ukuran kunci bisa menjadi acuan seberapa
kuat suatu algoritma enkripsi. Karena semakin meluasnya penggunaan jaringan
komputer terdistribusi dan para kriptografer merasa bahwa panjang kunci 56-bit
terlalu pendek, algoritma DES dapat dipecah dengan metode brute force. NIST
(National Institute of Standards and Technology ) mengadakan kompetisi untuk
standar kriptografi yang terbaru, dinamakan AES (Advanced Encryption Standard).
Dari hasil seleksi yang dilakukan oleh NIST, akhirnya NIST memilih 5 finalis
AES, yaitu : Mars, RC6, Rijndael, Serpent, dan Twofish. Kompetisi ini akhirnya
dimenangkan oleh Rijndael dan secara resmi diumumkan oleh NIST pada tahun 2001.

 

 

1.1  
Rumusan Masalah

1.     Menguji
Java Cryptography Extension untuk mengenkripsi dan mendekripsi dengan algoritma
DES (Data Encryption Standard) dan AES (Advanced Encryption Standard).

2.     Mengetahui
hasil kinerja Java Cryptography Extension dalam mengenkripsi dan dekripsi
dengan algoritma DES (Data Encryption Standard) dan AES (Advanced Encryption
Standard).

 

1.2  
Tujuan Penelitian

1.     Mengetahui
algoritma mana yang paling lambat dalam hal mengekripsi dan mendekripsi dengan
memanfaatkan Java Cryptography Extension.

2.     Mengetahui
algoritma mana yang paling cepat dalam hal mengekripsi dan mendekripsi dengan
memanfaatkan Java Cryptography Extension.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
2

Landasan Teori

 

2.1  
Penelitian Terdahulu

Penulis
menggunakan penelitian terdahulu yang berjudul ” STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA KEAMANAN DATA TEKS
AES128 DAN DES BERBASIS ANDROID ” sebagai acuan.

Penulis
menggunakan beberapa perangkat agar aplikasi ini dapat berjalan lancar dan
sesuai dengan yang diharapkan, yaitu sebagai berikut ini :

1.
Perangkat Keras (Hardware)

a. Komputer yang setara AMD

b. Smartphone Android dengan OS 4.2.1 atau diatasnya

c. Mouse, Keyboard dan Monitor

 

2.
Perangkat Lunak (Software)

a. Operating System, OS yang dipergunakan dalam
perancangan adalah Windows 7 dan

untuk pengujian adalah OS Android pada perangkat
mobile.

b. Eclipse ADT (Android Development Tools), sebagai
editor source code Java.

c. JDK Java 7.0, sebagai bahasa program.

 

Daftar pengujian 
Perbandingan AES128 dan DES

No

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil
Enkripsi

keterangan

1.

AES
128

123456789
ABCDEF

ABCDEF
GHIJKLM NOP
 

0,06
seconds

5AD42F6007461
01FA1C7C2E185 42CD6CE48C21 ED35A40FACD9 29A1BF25FC595

Berhasil

 

 

Potensi

12345678
90123456

0,01
seconds

600E2240AC800
3A 50A56A12A7F5 B527B
 

Berhasil

 

 

Utama

12345678
90123456

0,00
seconds

7EFF14746EAEB
597B63E66ECC8 7276B6
 

Berhasil

2.

DES

Activity

2345678

0,5
seconds

C2B7C2B1C3AC
C2AAC2BBC2A 8C3AC28D
 

Berhasil

 

 

Potensi

12345678

0,07
seconds

4D58C2B6C28E0
40971C396

Berhasil

 

 

Utama

12345678

0,07
seconds

645927C39969C2
BEC38225

Berhasil

 

 

NO

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil
Dekripsi

Keterangan

1.

AES
128

5AD42F6007
46101FA1C7 C2E18542C D6CE48C21 ED35A40FA CD929A1BF 25FC595
 

ABCDEF
GHIJKLM NOP
 

0,00
seconds

PASSWORD

Berhasil

 

 

600E2240AC
8003A 50A56A12A 7F5B527B
 

12345678
90123456

0,01
seconds

Potensi

Berhasil

 

 

7EFF14746E
AEB597B63 E66ECC8727 6B6
 

12345678
90123456

0,00
seconds

utama

Berhasil

2

DES

C2B7C2B1C
3ACC2AAC 2BBC2A8C3 AC28D
 

2345678

0,05
seconds

activity

Berhasil

 

 

4D58C2B6C
28E040971C 396
 

12345678

0,07
seconds

potensi

Berhasil

 

 

645927C399
69C2BEC38 225
 

12345678

0,08
seconds

utama

Berhasil

 

 

 

2.2  
Teori Kriptografi
BlockChiper

DES

DES
(Data Encryption Standard) nis99 pertama dijadikan standard FIPS (Federal Information
Processing Standards) oleh NIST (National Institute of Standards and
Technology) tahun 1977 untuk digunakan oleh semua instansi pemerintahan Amerika
Serikat, dan semua kontraktor dan penyedia jasa untuk pemerintahan Amerika
Serikat. DES dirancang oleh tim IBM yang dipimpin Horst Feistel dengan bantuan
dari NSA (National Security Agency). DES adalah teknik enkripsi pertama (selain
one-time pad) yang tahan terhadap linear cryptanalysis dan di?erential
cryptanalysis. DES menggunakan kunci sebesar 64 bit untuk mengenkripsi blok
juga sebesar 64 bit. Akan tetapi karena 8 bit dari kunci digunakan sebagai
parity, kunci efektif hanya 56 bit. Gambar 7.1 secara garis besar menunjukkan
proses enkripsi DES. Dalam DES, penomoran bit adalah dari kiri kekanan dengan
bit 1 menjadi most signi?cant bit, jadi untuk 64 bit, bit 1 mempunyai nilai
263. Permutasi menggunakan initial permutation dilakukan terhadap input sebesar
64 bit. Hasil permutasi dibagi menjadi dua blok L0 dan R0, masing-masing
sebesar 32 bit, dimana L0 merupakan 32 bit pertama dari hasil permutasi dan R0
merupakan 32 bit sisanya (bit 33 hasil permutasi menjadi bit 1 R0). Sebanyak 16
putaran enkripsi dilakukan menggunakan fungsi cipher f dan setiap putaran
menggunakan kunci 48 bit yang berbeda dan dibuat berdasarkan kunci DES. Efeknya
adalah setiap blok secara bergantian dienkripsi, masing-masing sebanyak 8 kali.

 

AES

AES
(Advanced Encryption Standard) nis01 adalah teknik enkripsi yang dijadikan
standard FIPS oleh NIST tahun 2001. AES dimaksudkan akan, secara bertahap,
menggantikan DES sebagai standard enkripsi di Amerika Serikat untuk abad ke 21.
(DES sebagai standard FIPS telah dicabut, Mei 2005.) AES menjadi standard
melalui proses seleksi. Dari beberapa teknik enkripsi yang dicalonkan untuk
menjadi AES, yang terpilih adalah enkripsi Rijndael. Teknik enkripsi ini
termasuk jenis block cipher seperti halnya dengan DES. Perbedaan utama antara
teknik enkripsi AES dan teknik enkripsi DES adalah AES juga menggunakan
substitusi (menggunakan S-boxes) secara langsung terhadap naskah, sedangkan
substitusi S-box digunakan DES hanya dalam fungsi cipher f yang hasilnya
kemudian dioperasikan terhadap naskah menggunakan exclusive or, jadi DES tidak
menggunakan substitusi secara langsung terhadap naskah. AES juga menggunakan
kunci enkripsi yang lebih besar yaitu 128 bit, 192 bit, atau 256 bit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
3

Metode
Penelitian

 

1.     Mencari
penelitian terdahulu sebagai acuan mengenai enkripsi dekripsi menggunakan DES
dan AES

2.     Melakukan
percobaan enkripsi dan dekripsi menggunakan program DES dan AES yang sudah
tersedia.

3.     Menulis
hasil dari percobaan enkripsi dan dekripsi

4.     Menarik
kesimpulan dari hasil enkripsi dan enkripsi mana yang lebih cepat dari DES dan
AES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
4

Hasil Dan Pembahasan

4.1  Hasil
Percobaan

        4.1.1. Perangkat
yang digunakan

        Perangkat
lunak yang digunakan untuk menjalankan program ini adalah :

1.     Netbeans
IDE 8.2

2.     Sistem
Operasi Windows 10 64bit

3.     JDK
(Java Development Kit) 8 update 12, 64bit

Perangkat keras yang
digunakan untuk menjalankan program ini adalah :

1.    
Processor intel i3 3217u clockspeed 1,8 GHz

2.    
RAM 8GB

3.    
Harddisk 500GB Toshiba

 

4.2. Penghitungan running time

    Dalam program ini nantinya setiap proses enkripsi dan
dekripsi yang dilakukan akan dicatat running time nya, maka diperlukan method
untuk menghitung itu. Berikut adalah potongan program untuk menghitungnya :

                 

Disini terlihat hasil output di netbean. Akan terlihat
waktu yang dibutuhkan untuk enkripsi.

 

 

 

 

DES Encryption

No.

Plaintext

Key

Waktu dalam detik

Hasil Enkripsi

Keterangan

1.

Semarang

cryptographymode

0.759

NDfmsy9Y8eRIichWFd6qEg==

Berhasil

2.

Jaringan

cryptographymode

0.829

XJGlyrQGPxlIichWFd6qEg==

Berhasil

3.

Klasik
 

cryptographymode

0.657

dwTY4lkzFlw=

Berhasil

4.

Modern

cryptographymode

0.68

SF8T5508ilM=

Berhasil

5.

Sistem

cryptographymode

0.768

jvoAcWD0bHU=

Berhasil

6.

Linux

cryptographymode

0.611

InFhRtzumPI=

Berhasil

7.

Matriks

cryptographymode

0.675

xa2FSNMoN0g=

Berhasil

8.

Aplikasi

cryptographymode

0.733

FZYbaZY5f+1IichWFd6qEg==

Berhasil

 

AES Encryption

No.

Plaintext

Key

Waktu dalam detik

Hasil Enkripsi

Keterangan

1.

Semarang

cryptographymode

0.626

c417eb7d645e82aea23fc251e64f90e5

Berhasil

2.

Jaringan

cryptographymode

0.704

42886436ad77488647ece86973caa5b1

Berhasil

3.

Klasik
 

cryptographymode

0.631

1994ba22aee8c5a37f6c55ee7c55a1d4

Berhasil

4.

Modern

cryptographymode

0.624

edb54ae5e0712accc9ad08474b3fadb7

Berhasil

5.

Sistem

cryptographymode

0.628

81dc8b0e4775177d1728d516e527bf57

Berhasil

6.

Linux

cryptographymode

0.622

900a72d4256eb29d24a9b46d77b54d97

Berhasil

7.

Matriks

cryptographymode

0.635

e896eb0b33ede970c00f645309f207c7

Berhasil

8.

Aplikasi

cryptographymode

0.629

61c3196a0096aeacd31b1a381bfa9b4c

Berhasil

 

Proses
dekripsi dilakukan dengan cara hasil enkripsi diatas dimasukan kembali dengan
kunci yang sama untuk mendapatkan teks asli ( Plain Text )

 

4.3  Lampiran Source Code

DES Source Code : https://pastebin.com/qS8XSfvH

AES Source Code : https://pastebin.com/amydvN85

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
5

Kesimpulan

 

Berdasarkan hasil analisism, implementasi,
serta uji coba program dapat disimpulkan bahwa :

 

1.     Dari
data yang sudah didapat disimpulkan bahwa kriptografi AES terbukti memiliki
waktu enkripsi yang lebih cepat dari kriptografi DES.

2.     Dari
hasil studi yang dilakukan penulis, didapatkan bahwa Kriptografi AES memiliki
keamanan yang lebih kuat terhadap serangan brute force daripada DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
6

Daftar
Pustaka & Referensi

 

Youtube

Repository
https://repository.usd.ac.id/3283/2/105314016_full.pdf